Kamis, 17 September 2026, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sambas menerima kunjungan studi banding dari Bapperida Kabupaten Sanggau dalam rangka berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengembangan serta pembinaan inovasi daerah. Kegiatan studi banding menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, berbagi praktik baik, serta meningkatkan pemahaman mengenai strategi pengelolaan inovasi daerah, khususnya dalam mendorong perangkat daerah dan masyarakat untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah. Bapperida Kabupaten Sambas menyampaikan berbagai pengalaman dalam pelaksanaan pembinaan inovasi daerah, mulai dari proses identifikasi dan penggalian potensi inovasi, pendampingan perangkat daerah, pemenuhan data dukung inovasi, pelaksanaan Self Assessment Inovasi (SA’I), hingga strategi peningkatan kualitas dan keberlanjutan inovasi. Selain itu, turut dibahas mekanisme koordinasi dan pendampingan kepada perangkat daerah dalam rangka meningkatkan partisipasi serta kualitas inovasi yang dihasilkan. Penguatan dokumentasi dan data dukung juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap inovasi dapat terdokumentasi, diukur, serta dikembangkan secara berkelanjutan.Melalui studi banding ini, kedua Bapperida juga bertukar informasi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan inovasi daerah, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan inovasi, pemanfaatan teknologi, serta upaya membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Bapperida Kabupaten Sambas menyambut baik pelaksanaan studi banding tersebut dan berharap pertukaran pengalaman ini dapat menjadi sarana untuk saling belajar serta memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dalam menciptakan inovasi yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga dapat menghasilkan berbagai gagasan dan praktik baik yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. “Berbagi praktik baik, memperkuat kolaborasi, dan mendorong inovasi untuk pembangunan daerah yang lebih maju dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.”
